Tampilkan postingan dengan label emosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label emosi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Oktober 2011

Menurut Lo?? -omelan pagi hari-

Pagi ini sebelum mulai bekerja, saya ingin ngomel dulu. Mohon Izinnya

Semalam saya resmi ngungsi ke rumah bude (saya memanggilnya Ibu) karena rumah di renov. Usai sahur lanjut dengan Shalat Shubuh, kami ngobrol berdua di kamar sambil tidur-tiduran. Semua anaknya udah pada nikah -tinggalnya berbeda pulau sampe berbeda negara-  maka otomatis ibu tinggal sendiri. Jadi, ritme kegiatan sehari harinya nyantai banget. Rumah relatif bersih, dan ga ribet.

Cuma sebentar leyeh leyeh, saya lanjut beres beres rumah (nyapu, ngepel, dll) walaupun rumahnya udah beres . Trus lanjut buka materi kerjaan sambil online dan bersiap untuk mandi.

Tengah beranjak menuju kamar mandi, tiba tiba terdengar  suara salam di depan pagar. Wiih, otomatis saya batal ke kamar mandi, berputar arah kembali masuk kamar, ambil kerudung dan buka kunci. Kebetulan tamu ibu itu  saya kenal baik, jadi ga banyak basa basi.

Begitu ibu keluar kamar dan duduk di sofa, dan saya udah salaman ama tamu ibu (beliau tetangga lama ibu yang mau pergi haji tahun ini, jadi pengen cerita2 gitu ama ibu), otomatis saya kembali beranjak untuk menunaikan tugas saya pagi itu yaitu MANDI. Belum juga 3 langkah, tiba tiba beliau bertanya

Beliau : " Neng Anti -dari Aunty, sebutan keponakan saya- belum nikah??

-----jedddaaaank *berasa di timpuk pake tulangan beton* dan *ingin menghilang*

Saya   : " Belum bu, insha Alloh.. minta doanya saja supaya ada rezekinya"

----jawabannya so imut penuh dengan senyum, padahal dalam hati udah pengen cakar-cakar---

Beliau : "oh, kenapa atuh belum nikah?"

----teeeetttttt !! *freezing* *kriik kriik kriik* *menurut lo??* aaarrggghhh *berasa pengen banting pesawat terbang Cassa 212* ------

Saya : "haduh bu, kenapa ya?? hehe"  *pengen acak acak mukanya*

dan disaat genting itu , datang lah pertolongan dari Ibu.

Ibu : "insha Alloh, mudah-mudahan disegerakan. Mamahnya kan baru meninggal, belum genap 40 hari. Doanya aja Ceu.."

Saya : *masuk kamar mandi, langsung nyelem * #loh??? --Duh, pliis deh bu, untuk masalah satu itu jangan pake kata tanya "KENAPA??" emang ibu pikir saya tahu jawabannya?? NGGAK !!--

Makasih, udah bolehin saya ngomel pagi ini. Dan selanjutnya.. saya harus bekerja


Selasa, 04 Oktober 2011

JUARA-aaaaarrrgggghhh- >_<'

Semalam saya mendadak packing besar besaran. Gara gara rumah mau di renov dan saya ketinggalan info. Walhasil, 2 hari menjelang renovasi, saya mati matian packing barang. Yang bikin kesal adalah.. seminggu sebelumnya saya baru beresin seisi rumah.

ya.. sejak mamah meninggal, saya masih sibuk dan belum sempat beres beres. Kesibukan nggak berhenti diawali dari sidang, bimbingan, revisi laporan akhir dilanjut ngejilid, trus ngisi training, dan juga sampling. Nah, kesibukan itu sedikit mereda saat Ahad terakhir september. Jadinya, Ahad itu saya memilah barang barang peninggalan almarhumah mama, sekalian beresin seisi rumah. Ya isi lemari pakaian, lemari makan, menata piring  dan pada intinya adalah menjadi pekerja rumah tangga

Nah,waktu beres beres ahad itu, saya sortir barang, packing ke dalam dus dan mendistribusikannya jika masih layak dan dibuang jika memang sudah tidak layak. Lalu memasukkan dan meyusun ulang semua peralatan dan pakaian hingga rumah sedikit lebih beres dan bersih.

Baru seminggu saya ngeberesin rumah, eh tiba tiba harus ngeluarin barang dan masuk dus lagi. Deuh.. emosinya juara deh  Tahu gini  saya nggak akan beresin rumah kan? Alesan adik saya begitu ngeliat saya emosi jiwa adalah..LUPA BILANG KE TETEH. #huwaaaa


Ya.. walau emosi juga tetep harus packing kan?? Lanjut lah hingga jam 2 pagi.

Pagi , saya nyari baju yang mau dipake ngantor hari ini. Keliling-keliling nggak nemu. Dan langsung pengen nangis begitu sadar, semua baju saya udah masuk ke dus dan dilakban rapi. Trus hari ini gmana???

Akhirnya, saya samber kaos rumah, pake manset plus rompii. Celana panjang dan kerudung  bekas pake kemaren, dan pergi ngantor.

Heuh.. Emosi nya JUARA !!




Selasa, 01 Februari 2011

Halo Pak???

Dear Mr. Pembimbing..

Mengapa bapak sulit sekali ditemui? tundalah dahulu seminar dan semua proyekan mu itu.  Seharian ini saya di kampus menunggu bapak, untuk konsultasi tentang metode penelitian yang di acak acak dan tak jua hendak rampung.  Draft terakhir yang saya setorkan pun tak kunjung sempat bapak baca. Kapan  saya hendak sampling pak??

Ini sudah awal februari paaaaakkk.....



Kamis, 19 Agustus 2010

Bad Attitude

Ini tentang seorang rekan sejawat sekaligus sahabat.

Hampir 2 bulan lalu dia bercerita di hadapan saya, saat memutuskan untuk "berpisah" dengan suaminya, dengan ekspresi yang sulit saya gambarkan. Tak ada raut kesedihan dan mata sembab sisa menangis. Rasa kaget tentu saja ada karena selama ini tak pernah terdengar soal kisruh rumah tangganya.

Dari ceritanya saat itu, saya tidak memberikan saran apapun mengenai keputusannya. Karena saya paham, saat itu dia butuh seorang pendengar, bukan penasihat. Maka saya memasang telinga selebar lebarnya untuk kisahnya. Hingga akhirnya saya tahu alasan dibalik keputusannya.

Kali ini, saya tidak akan membahas apapun tentang perceraiannya. Tapi, hari ini saya menemaninya ke Pengadilan Agama untuk hadir di sidang perceraiannya. Tidak untuk membela, tapi hanya memberikan dukungan moril saja. Kali ini adalah tahap mediasi dari hakim.
Masuk ruang sidang, ternyata sang suami keukeuh tidak mau  menceraikan hingga mediasi berlangsung sedikit alot. Dan memang, di kasus ini sahabat sayalah yang mengajukan gugatan cerai.

Nah, yang sedikit menyebalkan adalah sikap dan bahasa tubuh sang hakim. Begitu mengetahui bahwa suami teman saya tidak mau bercerai, sang hakim berbalik membela dan sedikit under estimate terhadap sahabat saya. Dari mana saya tahu kalo itu adalah satu bentuk under estimate?? coba saja cerna kalimatnya..

"ibu yakin untuk tetap berpisah dengan suami? Saya kasih tahu ya bu,,jadi janda itu tidak enak, malam malam sendiri kedinginan nggak ada yang meluk." 

Whaaaatttttt????? see?? gimana saya nggak sedikit emosi jiwa??

Bapak Hakim yang terhormat itu mengatakan nya dengan enteng plus kerlingan mata yang
menjijikkan..



Selasa, 08 Juni 2010

Deuuuhhh....masa NYONTEK???

Mencontek mungkin hal yang lumrah. Tapi bagi saya, tidak ada toleransi sedikitpun untuk itu.

Sejak awal, aturan yang selama ini diterapkan adalah : No Hp, No Pencil case.  hanya alat tulis seperlunya. Dan mereka mengerti konsekuensinya jika melakukan perbuatan mencontek. Yaitu..berkas jawaban ujian tidak akan diperiksa dan pelaku menghadap dekan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Hari ini, seorang mahasiswa ketahuan mencontek. Dan saya sudah mencoba untuk mengingatkan,tapi tetap tidak digubris. Akhirnya, lembar jawaban nya saya pisahkan. Tahu apa pembelaannya??

"saya pulangnya malam  bu, jadi nggak sempat menghapal. Lagipula apa yang saya tulis di kertas contekan tidak ada satupun yang menjadi jawaban. Jadi saya terpaksa melakukannya"

So??

jawaban saya..

" saya tahu, profesi anda selain Mahasiswa adalah seorang public figure yang harus memenuhi jadwal pemotretan, Syuting bahkan jumpa fans. Tapi, itu tidak dijadikan alasan..!!"


kesel pisaaannnn....!!! Udah salah, masih juga ngotot !!!


ingat ya...Seterkenal apapun,,kamu masih mahasiswa..!!


Selasa, 16 Februari 2010

rungsing :(

Nggak ingin mengeluh atas hari yang telah dijalani. Tapi, entah kenapa, hari kemaren adalah hari yang ENGGAK BANGET !!

mulai dari pagi yang diserbu NYAMUK, siangnya berhubungan ama orang yang nge-BETE-in yang kerjanya cuma protes ama ngeluh aja. Dah gitu , ga jadi ketemu orang karena hujan nya gede banget plus ujung-ujungnya DIOMELIN dia.

Begitu ujan berhenti, memutuskan untuk pulang lebih awal. Sekalian nyari sesuatu yang seger buat buka shaum. Begitu sampai depan kantor,naik angkot, baru jalan 15 meter, dah stuck karena ....MACET TOTAL. huhuhu...ga bergerak sama sekali...sampai 30 menit masih ditempat yang sama.

Gimana mau nyari yang seger?? adzan maghrib ajah masih di angkot !! akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah sajah. Ba'da isya...saya nyalain komputer yang kemaren sedikit bermasalah.,,,begitu dinyalain, kok ya masih bunyi terus ya?? tut..tut..tut..MENGERIKAN !!!

Saya matiin lagi, saking keselnya.. masuk kamar, selimutan,,dan TIDUUR !!!

huhuhuhu..hari senin ini kenapa sih??? nampak semua nggak ada yang betul !!! kan jadinya rungsing..pengen marah niiiiiihhhh...

Senin, 16 Maret 2009

HURU HARA [mulutmu harimaumu..]

WHAT DID I SAY ????

Hati hati dengan ucapan mu

jaga mulutmu

sekalinya kunci kehati-hatian itu lepas,,

beginilah akhirnya..

Merepotkan semua orang

Akhirnya ...

menunggu esok hari..apa yang akan terjadi

pastilah..huru hara..

sudahlah..

mungkin benar REKAN,,KITA HARUS DIBINA !!!!

damn !!!

Senin, 09 Februari 2009

Merasa Tak Berharga..

Apa rasanya jika anda di cerca didalam satu forum pertemuan, dihadiri sejumlah orang yang selama ini dianggap teman, sementara anda tahu, bahwa apa yang dituduhkan itu tidaklah benar??

 

Dan saya tahu apa rasanya. Saat mendengar quotation itu keluar dari mulut seorang yang selama ini saya hormati karena kapasitas akademisnya, usia juga bidang keilmuannya. Rasanya ingin meledak saat itu juga. Ingin saya teriakan dan balas semua tuduhannya dengan perkataan pembelaan diri,berkata bahwa semua tuduhanny tidak benar.  Bahkan jika itu belum cukup, saya ingin tampar mulutnya, saya robek robek, lalu saya balik mencaci dan menunjuk tepat didepan batang hidungnya.

 

Tapi itu tak mampu saya lakukan. Sebaliknya, mulut ini tak mengeluarkan sepatah katapun? Padahal hati saya sudah dipenuhi amarah. Kaki saya tak jua beranjak dari tempat saya duduk, padahal sudah ingin berlari menuju pintu keluar, menghindari semua mata dan telinga yang seolah membenarkan apa yang dituduhkan.

 

Saat itu saya merasa seperti seonggok kotoran yang tak ada harganya. Tak mampu membela diri. Dan memang  tak berniat untuk membela diri. Biarlah, tugas saya bukan lah untuk mengatakan bahwa Saya Benar, tapi saya akan menunjukkan bahwa Saya Berlaku Benar.

 

Rabb..

Engkau Maha Tahu, apa yang dituduhkan mereka tidak lah benar.

Selasa, 04 November 2008

kalau gini, lapor kemana??

Iya nih,,gara-garanya  internet di ruangan mendadak error

Ngungsi laah ke lantai 2

Katanya kabel koneksinya bermasalah

Berhubung kabel koneksinya ada di ruangan rekan kerja yang lain,

Sambil benerin, sambil ngobrol ngalor ngidul deh kita bertiga

Nah, gedung kita kan berhadap-hadapan ama gedung perpustakaan

Diantara gedung kita ama perpus dipisahin ama koridor dan taman terbuka

Singkatnya, meja kerja menghadap ke jendela yang langsung bisa lihat perpus

Jendela Cuma dilapis ama vitrage tipis

Lagi merhatiin yang benerin kabel koneksi,

Tiba-tiba dilantai 2 gedung perpus terlihat sesuatu..

Hehehe..apa coba???

Dua anak manusia berlainan jenis (maaf  sekali..) sedang berciuman

Bersembunyi di sela sekat meja tulis

Dan saya (as the only girl) kaget banget !!!

Sementara 2 rekan kerja saya (cowok) malah cekikikan

Lalu, saking ”Emosinya”,,

Saya sibakkan vitrage tipis yang melapisi jendela

Dengan maksud, agar mereka menghentikan perbuatannya

yang sudah berlangsung hampir  3 menit

RUU APP udah disahkan.

Terus,kalo ada kejadian kayak gini,,

Lapornya kemana???

Selasa, 16 September 2008

I'm down on bended knee

Tayangan Tv kemarin sore tanpa henti memutarkan adegan demi adegan memilukan. Entah maksudnya memperjelas atau kah di dramatisir, ga ngerti juga.

Maksud baik yang berakhir tragis. demi uang Rp.30.000 , sejumlah 5000 orang (atau lebih)  berdesakan dalam kondisi udara panas dan shaum. 

 

Siapa yang tidak tergiur dengan uang 30rb di zaman sesulit ini? Saat semua cara ditempuh demi terpenuhinya urusan perut?

Lalu tajil yang masih tersisa di tangan dihempaskan begitu saja. Serasa mengganjal di tenggorokan, dan hati digelayuti perasaan bersalah. Mulut ini tiba tiba saja menolak untuk mengunyah makanan yang tersedia di meja.

Rabb,,. Apalah artinya 30 ribu untuk kami? Jika demi nominal yang sama, beribu orang mengantri hingga mengorbankan nyawa? Ampuni, jika selama ini dengan mudahnya hamba menghamburkan lembar demi lembar rupiah untuk kesenangan duniawi , Sementara di belahan bumi yang lain,sebagian orang tengah kekurangan.

Rabb,,maafkan jika hamba belumlah termasuk hambamu yang ikhlas.

Kamis, 24 April 2008

Episode Capek

Hari ini rasa capek mencapai puncaknya. Hampir dua minggu ditemani serentetan tugas yang bersamaan tenggatnya. Semua orang , semua pihak, semua nya..seolah menuntut prioritas dalam waktu yang bersamaan..

Kalau udah begitu, dengan karuniaNya berupa satu tubuh, dua kaki yang siap melangkah kemana saja, dua tangan, lengkap dengan otak yang masih mampu berpikir sehat berikut waktu 24 jam ..seolah tidak cukup. Memaksakan diri untuk tetap terjaga selama mungkin pun tetap tidak bisa.

Jika tubuh lelah dianalogikan sebagai sebuah ember, dan rasa lelah itu adalah air,, maka ember itu telah penuh. Bahkan over load. Sedikit demi sedikit tumpahannya keluar berupa omelan-omelan, gerutu dan keluh kesah. Tapi, tiba tiba saja ada hentakan serupa gempa yang seolah-olah memancing, bahkan memaksa muatan yang overload untuk tumpah, ataupun ditumpahkan.

Yups..ember itu telah memuntahkan isi, muatan, air yang selama ini ditahan hingga mencapai titik nadir. Dipaksa sekuat apapun, goncangannya tak mampu membuatnya tetap stabil. Muntab..bak gunung berapi yang memuntahkan isi perut bumi..melibas apapun yang ada dihadapannya. Panas..Tak menyadari situasi sekeliling. Otak tak lagi berpikir sehat.

 Astaghfirullah..

Hamba tak mampu menaklukan musuh terbesar hamba, nafsu amarah.. Hamba tak mampu mencontoh Khalifah Ali bin Abi thalib.. yang tidak jadi membunuh musuhnya manakala sang musuh balik meludahinya,,hanya karena beliau takut niatnya tidak lurus lagi.. maafkan hamba ya Rabb..

Innallaha ghafuururrrahiim...

 

 

 

Template by Web Hosting Reviews