Tampilkan postingan dengan label duka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duka. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Juni 2011

yang pergi..

"setiap kita bertarung dengan takdirNya di setiap waktu. kita tidak tahu, apa yang akan Tuhan hadiahkan esok hari. Sehat ataukah sakit, itu bentuk Kado spesial dariNya. Jangan sampai ada kata malas. Bergerak selama tubuh masih mampu. Itu adalah bentuk Syukur atas semua nafas yang masih dijatahkanNya."


Itu kalimat yang saya ingat saat kita bertemu setahun lalu saat  makan siang di sebuah Rumah Makan khas sunda. Saat itu ibu baru sembuh sakit, dengan rambut yang mulai menipis disana sini, dan tangan kiri yang sudah kebas. Tapi ibu masih juga bandel dengan menyetir sendiri mobil ibu, jakarta-bandung pulang pergi.

 

Ibu makan lahap sekali saat itu. Apalagi saat menemukan  makanan kesukaan ibu yaitu "jeroan" lengkap dengan nasi merah. Saya mengingatkan ibu sehubungan dengan kondisi ibu yang ringkih, tapi ibu menolak dnegan alasan, "aku ga tahu jatah umurku sampai  kapan. Sakit ini jangan membuat kita menikmati hidup. Justru ini satu cara saya bersyukur".

 

Masih teramat lekat di ingatan,ibu mengajar di depan kami dengan kemeja biru kotak kotak dan celana panjang yang sudah kebesaran. saat itu ibu mulai sakit dan kehilangan berat badan hingga 15 kg. Wajar saja ibu terlihat begitu kuyu. Tapi ibu tetap mengajar kami dengan semangat.

Ibu, semangat itulah yang kerap melecut kami untuk mencapai titik tertinggi semampu kami.

Sekarang Ibu tidak bisa lagi kami ajak berbicara, tak lagi bisa kami ajak tukar pikiran saat kesulitan menerpa kami, tak bisa lagi mendengar suara ibu yang lantang saat mengajar, tak ada lagi ibu disana, Tak ada lagi ibu yang kuat.

Allah lebih sayang pada ibu, Allah tahu bu..

Dan iya bu.. Saya akan selalu menyelesaikan sesuatu yang sudah saya mulai dengan penuh tanggung jawab. Sesulit dan selelah apapun itu. 

Selamat jalan ibu.. Semua yang ibu beri pada kami semoga menjadi amal yang tak akan pernah terputus. amin.

in Memoriam Dr.Ir. Endang Saraswati, M.Si.


Selasa, 21 Juli 2009

Dzikrul Maut:(

ada hal yang membuat saya merenung
seolah diri diingatkan..

semenjak hari kamis 16/07/09
saya wara-wiri seputaran bandung
bukan untuk jalan-jalan,,
tapi ta'ziah,,

ya..
kamis pagi, sahabat mama meninggal
jumat pagi, giliran ayahanda seorang teman yang wafat
jumat malam, ibunda seorang sahabat dipanggilNya
ahad pagi, giliran tetangga sebelah rumah meninggal
selasa pagi, ayahanda seorang teman yang lain wafat

ya Rabb,,
betapa sebenarnya
hidup adalah antrian panjang menujuMu

semoga hamba peroleh husnul khatimah..

amiiin...ya rabb..

Rabu, 06 Mei 2009

Detik detik itu

23 hari yang lalu,

Saya melihatnya,  masih berdiri tegak di podium, berbicara di seminar lingkungan

dikelilingi mahasiswa dan mantan mahasiswanya

Kemarin,

Saya bertemu dengannya,,yang masih setia mengajar

lalu bercakap -hanya sebentar-

tentang hari pengganti kuliah

karena besok (hari ini) beliau tidak bisa mengajar

Hari ini, 9.30 pagi, 6 mei 2009

berita itu saya dengar,,

beliau dipanggil olehNya

pulang ke haribaanNya

Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun..

Selamat jalan Pak,,Kami semua kehilanganmu..

karena sebenarnya, kita disini.,

sedang menanti detik demi detik kematian yang peasti menjemput

Menunggu saat kita menarik nafas terakhir,

dan menghembuskannya lagi untuk terakhir

Saat udara dingin merayapdari ujung jemari kaki

hingga bagian kepala

Saat mata tertutup dan tak bisa terbuka lagi

Ketika badan terbujur dan tak bisa bergerak

Ketika kita masuk dalam keranda,

dan diangkat oleh anggota keluarga kita

dan teman-teman kita.

 

-untuk Prof. Benny Chatib-

 

 

 

 

 

Template by Web Hosting Reviews